about

ungasan, bali, Indonesia
zahyawie zubinof: keluarga ini - semoga jadi keluarga yang sakinah, terbentuk di sebuah daerah di pulau bintan, riau kepulauan, yang bernama lagoi. berawal dari teman sekerja, lalu menikah terus mempunyai keturunan. sampai telah mendapatkan seorang putra dan seorang putri, kita masih tinggal di lagoi sampai tahun 2007... proudly we say: made in lagoi. bulan agustus 2007 kita boyongan ke bali, memulai kehidupan baru dengan segala sesuatu yang baru pula, semoga jadi awal menuju kebahagiaan dunia dan akhirat

indahnya kebersamaan

beginilah asyik nya… abang sayang ma adek… adek sayang ma abang

coba kalo begini terus….



waktu adek masih bayi… abang belajar jagain adek













jalan-jalan ke bedugul gak ada yang di tinggal, dua-duanya pergi
























maen lego














ato berjoget juga berdua

  





waktu abang harus tampil untuk acara sekolah, adek ikut memberi support















santai di rumah… berdua juga







jalan-jalan cari es teller di centro













dan jajan mie ayam ke denpasar…










ato sekedar belanja keperluan bahan kue untuk bunda di taman griya

ayah ngajak dua-duanya, walaupun cuma motor-an

nyepi 2010

nyepi kali ini kami ‘ngungsi’ ke novotel nusa dua bali

kan om anto mengabdi di sana dan dia pula in-charge untuk residence nya, sehingga kami dapat special arrangement untuk nginap di apartment selama tiga hari dua malam… lumayan… ^_^



kami ber-sembilan… ada tiga anak-anak (alfathi, aathifa dan rahma) plus enam dewasa di tambah satu lagi yaitu oom anto… jadinya sepuluh orang… rame yak

sebenernya oom anto dapet jatah kamar, soalnya dia kan kerja selama nyepi, tapi karena kami nginap di sana jadinya yah dia ikut ngumpul ma kami



sore jam tiga tanggal lima belas maret ayah pergi ke novotel untuk check in dulu. karena hari itu ayah kerja, sementara anggota keluarga yang lain berangkat dari rumah. setelah mereka tiba ayah balik kerja lagi.. untung novotel gak jauh dari westin tempat ayah kerja


dari rumah diantar sama mobilnya bu diana – temen baek bunda, sopirnya jemput mereka untu kdi drop ke novotel, tapi oom feri dan tek yeni pake motor… kan siap-siap nanti pulang nya pake motor… di mobil ada abang, adek, bunda, tek nunik dan uwo ema. ini adalah pertama kalinya buat uwo nginap di hotel… pa lagi hotel berbintang… wuihhh out of her imagination about it before



sementara itu anak-anak… gak sabar lagi mo berenang, tapi karena gak ada yang nemenin karena masih beres-beres… akhirnya mereka berenang di bath up, untung bath up nya lumayan besar

sorenya (malam sih sebenernya) setelah ayah datang dari kerja, anak-anak dibawa ke bawah dimana ritual pawai ogoh-ogoh dimulai. ogoh-ogoh diarak dimalam nyepi yang juga adalah taon baru caka untuk umat hindu, setelah diarak keliling kampong ogoh-ogoh yang merupakan refleksi dari mahluk jahat akan dibakar… paginya dari jam enam pagi sampe enam pagi besok harinya alias dua puluh empat jam umat hindu akan nyepi… amati geni, amati gawe, amati laku… hanya sembayang dan berdoa sekaligus puasa


itulah makanya kami ngungsi dari rumah, karena untuk menghormati perayaan nyepi warga penducuk yang tidak merayakan tidak boleh juga keluar rumah, rumah juga harus gelap, gak boleh berisik, gak boleh ada aktivitas yang kelihatan dari luar rumah… nah berhubung rumah kami sangat “besar” dengan warga yang begitu banyak plus ada anak-anak, takutnya kami gak tahan dan akan kepanasan… maka kami ngungsi. ini adalah nyepi untuk ayah, bunda, abang dan adek yang ketiga di bali… dua nyepi terdahulu kami ngungsi ke le-meridien di tanah lot



karena di apartment dilengkapi dengan kitchenette juga, bunda dah siap-siap bawa bahan mentah untuk masak, lumayan… dari pada makan di restorant yang udah pasti bakal rame banget dan juga kami bisa berhemat… so kami makan di apartment aja



besok harinya setelah sarapan… yang juga adalah hari nyepi, kami udah langsung jadi ikan… nyemplung di kolam renang yang juga udah rame seharian… mpe siang hari kami baru naik itu pun karena laperrrr. abang dah berani berenang ke tempat yang lumayan dalem, tapi tetep pake pelampung dan dijagain… dek thifa kalo gak ama ayah takut.


yang maen aer gak cuman anak-anak, yang dewasa pun ikutan, kecuali om anto karena dia kerja dan etek emma gak ikut nyemplung…

ayah, om feri dan bunda maen ping pong alias tenis meja, bunda juga ikutan aqua-robic… lumayan dah lama gak olah raga… bikin bunda pegel-pegel juga hehehe



siang, abis makan kita semua istirahat… hari yang panas, jadi ngadem aja di kamar… anak-anak diancem, kalo gak mo bobok… sorenya gak boleh berenang lagi, eh mempan loh, mereka semua mo bobok… tapi yang paling inget dek thifa, jam lima dia dah bangunin semua orang ngajak berenang lagi… abang dibangunin, denger kata berenang, langsung deh dia on lagi…

kali ini dek thifa ma ayah terus, dia berani mpe dalem bahkan berdiri sendiri di pool island di tengah kolam, sementara ayah berenang muter-muter… biasanya kalo gitu dia akan teriak-teriak ketakutan, tapi kali ini dia malah nari-nari ngikutin musik yang berkumandang di area kolam renang… wah makin berani dia…

berenang sampe senja, anak-anak harus dipaksa untuk pulang ke kamar…



kita check out besok paginya, pagi-pagi jam tujuh kita dah ninggalin novotel nusa dua, bali dengan motoran ke rumah, habis nganterin mpe rumah ayah langsung tancap balik ke nusa dua lagi.. masuk kerja… yah lumayan, liburan nyepi yang berkesan…

makyang & uwo emma visit to bali


makyang who works and stays at jakarta finally visited bali… she came together with her mother - uwo…

it has been a long long time that mak yang really keen to visit us, but time has not permitted till finally made



makyang is bunda’s cousin… when bunda was in school she was staying with uwo emma family or she called her etek emma, that’s why bunda and ayah treat uwo emma as their own mother

makyang and bunda area at the same of age but their schooling was different, after senior high school makyang went to an university in padang city, while bunda after the vocational school majoring in culinary she got a job at one of the hotel at bukittinggi and where she started the career and by that time she left uwo emma house and stayed at bukittinggi



in this visit, at the same time where ayah, oom feri and etek nunik were having day off, as well abang was not going to school since it’s Sunday, we went to  bedugul… we rent a car but ayah only able to got small car… therefore etek yeni and dek rahma were not joining… no more space in the car…



left the house at around 10.00 hrs, straight to bedugul… but could not drive faster since the car was a small city car and occupied by six adult and two children, quiet over loaded actually. and it was not a really clear day… just when we reached tabanan (before baturiti area) the rain came vary hard, until we reached bedugul. it’s going up hill under the rain… uh not that really good journey…



first to do at bedugul, we drop at a masjid just before the kebun raya for dzhuhur praying, though it was rain quiet hard so om feri went down first to masjid and toke one of the umbrella there and pick us who still in the car one by one. lucky that we could park the car not that really far from masjid



thanks god, after finish praying the rain was stop, fully stop… so we entering kebun raya going round and round seeing almost the whole area of kebun raya with a car and look for the nicest area for a meal. we choose the area which got lake view… we had lunch there. A tasteful and fulfilling lunch for hungry stomachs



after lunch then we proceed to bratan lake and we had ashar praying there… uwo emma was too tiring and she could not managed to step up the stairs to the masjid, it was too high and for her who got problem in climbing up the stairs become impossible to do, she sat near the parking area and wait for us there till finish



then we proceed to the market… looking around and buy some strawberry. it was not in season so the strawberry was not many and the quality was not that good



we planned to tanah lot after bedugul, but it was too late. that time we left bedugul was already 17.00 hrs and surely with the condition of the car will not be possible to reached tanah lot in one and half hour for the sunset time… so we decided to drop by krisna at sunset road before reaching home to buy some of the souvenir



we reached home at about 21.30 hrs